Koran Samarinda
Koran Samarinda

Pupuk Kaltim Terbitkan Obligasi 1,3 triliun

Produsen urea terbesar di Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berencana menerbitkan obligasi dengan jumlah sekitar Rp1,3 trilyun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 trilyun berbentuk obligasi konvensional dan sekitar Rp 300 milyar berupa obligasi syariah atau sukuk. Obligasi tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan serta mendanai proyek NPK Fuse Blending yang sudah dalam tahap pengerjaan. Rencana penerbitan obligasi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham.

Obligasi dengan tenor selama 5 tahun ini menjadi pilihan karena berdasarkan kajian keuangan, obligasi ini merupakan alternatif yang menguntungkan. Di sisi lain, penerbitan obligasi tidak terikat Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) sebagaimana halnya pinjaman bank. Selain itu, peluncuran obligasi melalui pasar modal pun akan mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan efisiensinya, meningkatkan penerapan prinsip GCG dalam praktek bisnis, khususnya transparansi dan akuntabilitas, dan meningkatkan kredibilitas perusahaan secara keseluruhan.

Pupuk Kaltim sendiri pada tahun 2002 pernah menerbitkan obligasi senilai Rp600 milyar yang mendapat sambutan sangat baik dari para investor. Selain mengalami over-subscribe, obligasi tersebut juga dinyatakan sebagai obligasi terbaik versi Majalah Investor tahun 2006.

Kinerja Pupuk Kaltim juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2008, perusahaan berhasil meraih laba bersih Rp627,8 milyar, atau peningkatan 52% dari laba tahun sebelumnya. Target-target dibidang produksi dan pemasaran juga berhasil melebihi target RKAP. Produksi urea tahun 2008 tercatat 2.552.012 ton sedangkan produksi amoniak 1.675.787 ton. Dibidang pemasaran, Pupuk Kaltim telah mendistribusikan pupuk urea ke sektor tanaman pangan sejumlah 1.826.609 ton, sedangkan penjualan ke sektor industri mencapai 222.008 ton dan ke sektor perkebunan sebanyak 326.691 ton. Atas kinerja yang baik tersebut, perusahaan memperoleh rating AAA berdasarkan kriteria penilaian dari Kementerian BUMN.

Selain itu dalam rangka menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan maupun pembinaan terhadap lingkungan yang salah satu tolok ukurnya adalah GCG. Dibidang GCG, PKT juga terus menunjukkan perbaikan kinerja. Penilaian dibidang GCG ini dilakukan oleh assessor independen yang ditunjuk oleh perusahaan. Pada tahun 2008, PKT juga berhasil meraih prediakt Baik untuk kinerja GCG. PKT juga melakukan penandatanganan Pakta Integritas sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan praktek bisnis yang bersih dan bertanggungjawab.
Distribusi Urea

Sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan pupuk urea dalam negeri, PKT juga mengamankan stok urea bersubsidi di wilayah tanggung jawabnya yang meliputi dua pertiga Indonesia, antara lain dengan menerapkan kebijakan stok diatas ketentuan dari Deptan di gudang-gudang propinsi dan kabupaten. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya gejolak kelangkaan pupuk khususnya menjelang musim tanam. Saat ini, stok urea di Bontang dan gudang-gudang kabupaten di wilayah distribusi Pupuk Kaltim tercatat sejumlah 595.007 ton dimana hal tersebut juga menimbulkan konsekuensi modal kerja yang tertanam tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 1 trilyun, yang cukup mengganggu cash flow perusahaan.

Realisasi distribusi pupuk bersubsidi hingga akhir Juli 2009 adalah 905.017 ton. Penyerapan ini masih dibawah SK Menteri Pertanian s.d. Bulan Juli sebesar 1.045.114 ton, atau realisasi penyerapan hanya 87% dari kewajiban yang ditugaskan pemerintah. Ini berarti Pupuk Kaltim masih memiliki kelebihan stok pupuk urea yang cukup besar. Adapun total kewajiban distribusi Pupuk Kaltim tahun 2009 adalah 1.916.413 ton.

Komitmen Gas Kaltim-5

Pupuk Kaltim juga tengah mengembangkan sejumlah proyek, antara lain pembangunan Kaltim-5 sebagai replacement Kaltim-1 yang sudah mulai tua dan kurang efisien penggunaan bahan bakunya, pengembangan proyek perkebunan kelapa sawit dan industri oleokimia, pembangunan boiler batubara sebagai pembangkit steam di pabrik sekaligus sebagai program efisiensi penggunaan bahan baku gas.

Mengenai Kaltim-5, Pupuk Kaltim baru saja berhasil mendapatkan komitmen pasokan gas untuk Kaltim-1 atau Kaltim-5 sebesar 80 MMSCFD yang berlaku untuk tahun 2012-2027. Komitmen ini disertai catatan bahwa komitmen gas tersebut dialokasikan untuk Kaltim-1, dan bila Kaltim-5 sudah siap beroperasi, maka Kaltim-1 harus dimatikan dulu sebelum pasokan gasnya dialihkan ke Kaltim-5. Pada tahun ini juga akan diselesaikan Natural Gas Sales Agreement. Perkembangan lainnya, penyiapan lahan Kaltim-5 akan diselesaikan pada akhir Bulan Agustus 2009 ini, dokumen tender juga telah diselesaikan dan masa konstruksi diperkirakan sekitar 36 bulan sejak berlakunya tanggal efektif. Kaltim-5 sendiri memiliki kapasitas sekitar 60% diatas Kaltim-1.

CSR

Sedangkan dibidang CSR, termasuk dalam hal ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan, PKT secara konsisten menjalankan berbagai program CSR untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Bontang dan Kaltim. Lewat Program Kemitraan, PKT menyalurkan dana bergulir sebesar Rp25,8 milyar dalam bentuk bantuan pinjaman modal dan bantuan teknis dan pelatihan bagi pengusaha kecil, serta Program Bina Lingkungan sebesar Rp9,79 milyar berupa bantuan dibidang pembangunan sarana umum, pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan masyarakat serta bidang keagamaan dan bantuan bencana alam.

Lewat program Peduli Pendidikan, perusahaan mengirimkan 42 siswa siswi SMA di Bontang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka di Jawa.

Untuk memperkuat posisi perusahaan, maka dengan melalui perubahan budaya, penerapan strategi bisnis yang tepat dan struktur keuangan yang sehat, PKT optimis untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan daya saing menghadapi perkembangan dunia usaha saat ini. ***

Post Metadata

Date
Agustus 6th, 2009

Author
admin

Category

Tags

Leave a Reply